Semut adalah mahkluk hidup dengan populasi terpadat di dunia. Setiap 700 juta semut muncul kedunia hanya 40 kelahiran manusia. Semut merupakan kelompok paling “sosial “ dalam genus serangga dan hidup sebagai masyarakat yang disebut koloni yang terorganisasi luar biasa. Tatanan organisasi mereka begitu maju sehingga dapat dikatakan mirip peradaban manusia. Bahkan selama jutaan tahun (Ditemukan fosil semut berusia 80 juta tahun dengan bentuk yang sama). Saat menyebutkan lebah yang tatanan sosialnya mirip semut, Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa tatanan sosial ini telah diwahyukan kepada mereak dalam Q.S An.Nahl ayat 68-69.
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(QS. An-Nahl: 68-69)
kepada mereka dalam Q.S An.Nahl ayat 68-69.
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(QS. An-Nahl: 68-69)
Pada semut kita melihat tatanan yang serupa. Allahpun mengilhami mereka dengan tatanan sosial dengan tugas yang dijalankan secara sempurna dengan kepasrahan mutlak oleh semut dan lebah. Berbeda dengan koloni manusia yang selalu penuh dengan persaingan, dsb. Koloni terbesar hidup di pantai Ishikari Afrika di koloni ini tinggal 45000 sarang yang saling berhubungan di wilayah seluas 2,7 km persegi. Koloni memiliki 1.080.000 ratu dan 306.000.000 pekerja dan disebut sebagai "koloni super" oleh peneliti. Dan ditemukan bahwa semua alat produksi dan makanan dipertukarkan dalam koloni secara tertib.
Caryle P.Haskins,Ph.D, kepala institute Carnegie di Washington menyatakan "Setelah 60 tahun mengamati dan mengkaji, saya masih takjub melihat betapa canggihnya perilaku sosial semut.
… Semut merupakan model yang indah untuk kita gunakan dalam mempelajari akar perilaku hewan"
(National Geographic, Vol.165, no.6 hal.775)
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
Bagian Kesatu Menjelaskan Bagaimana sulitnya menjelaskan Kehidupan sosial semut, bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Sistem yang digunakan dalam kehidupan sosial semut. Organisasi Semut.
Bagian Kedua Menjelaskan Bagaiamana pertukaran informasi dilakukan di antara kelompok semut.
Bagian Ketiga Walaupun tampak serupa, semut terbagi dalam banyak species. Dijelaskan dengan memukau dan detil.
Bagian Keempat Menjelaskan simbiosis yang dilakukan oleh semut dengan makhluk lain. Bagaimana menjelaskan larva seekor kupu-kupu bisa hidup diantara larva-larva semut. Benar-benar menakjubkan. Bagaiamana semut bekerjasama tolong-menolong dengan makhluk lain.
Bagian Kelima menjelaskan bagaimana semut melakukan tenik perang dan bertahan. Mahkluk yang pekerja keras, produktif dan rela berkorban ini mampu bertahan terhadap musuh dan menggunakan teknik yang menarik ketika berjuang demi keselamatan koloninya.
Bagian Keenam menjelaskan bagaimana semut mempertahankan rasnya dengan rela mati demi kelangsungan hidup rasnya.
Bagian Ketujuh menjelaskan bagaimana keluarga yang beranggota ratusan ribu memperoleh makanan. Dan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan makanan baik di masa sulit maupun tidak.
Inti dari buku ini adalah agar kita merenungkan kekuasaan Allah dari berbagai macam perumpamaan sebagaimana Dalam Q.S Al-Hajj, 22:73-74
"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar